jalan kita, jalan kecil atau jalan besar ?

.
.
-- --> kisahsufidanmutiarahikmah.com - Para sufi ialah orang yang melakukan perjalanan ke dalam hatinya sendiri sehingga mereka mencapai tingkatan insan kamil,yaitu orang yang membebaskan diri dari penjara dunia,orang-orang yang merdeka,dan selalu berkhusuk masyuk 'berpesta dengan Allah'.

sufi melatih dirinya dengan kedisiplinan diri yang tinggi dengan cara bertaqarrub ilallah.
para sufi sangat bijak dalam mengambil hikmah-hikmah kehidupan dan melebur dalam kehidupan pribadinya,kita sebut saja satu contoh semisal sari as-saqathi yang kita kenal
sebagai orang pertama yang mengajarkan tentang kebenaran mistik dan ke-fana-an dikota bagdad,iraq.
sari as-saqathi adalah sekaligus paman dari imam junaid al-bagdadi yang juga dikenal sebagai salah satu sufi yang sangat tinggi dalam berdisiplin diri.
pernah suatu ketika ia bertanya pada seseorang yang datang padanya ''jalan manakah yang engkau inginkan ? jalan para sufi ataukah jalan hukum ? jalan orang kebanyakan ataukah jalan yang ditempuh oleh manusia-manusia pilihan ?''
menurut sari as-saqathi,dua jalan itu memanglah sangat berbeda,yang pertama ialah jalan yang di tempuh orang kebanyakan ialah denga melakukan shalat lima waktu sehari semalam,puasa dalam bulan ramadhan serta membayar zakat
sedangkan jalan yang ditempuh manusia-manusia pilihan ialah berpaling dari dunia dan selalu berhati-hati agar tidak terperosok pada perangkap-perangkapnya (dunia ).

dan pertanyan hampir serupa juga pernah dilontarkan oleh dzunnun al-mishri pada seorang putra mahkota yang bertanya kepadanya tentang bagaimanakah jalan yang akan ditempuh untuk menuju Allah,dzunnun berkata ''ada jalan kecil dan ad pula jalan besar,dan yang manakah yang engkau sukai ?
'jalan kecil' yang dimaksudkan dzunnun ialah dengan meninggaalkan dunia dan menundukkan hawa nafsu dan juga meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat.
sedangkan 'jalan besar' yang dimaksud dzunnun ialah dengan meninggalkan segal sesuatu selain dari Allah.

dan itulah beberapa istilah 'jalan' yang diberikan oleh para sufi terdahulu,sebagai pedoman untuk kita ikuti. dengan begitu silahkan lah pilih secara bersungguh-sungguh salah satu jalan yang pembaca sukai untuk di ikuti.
jalan para sufikah ? ataukah jalan hukum ? atau boleh jadi jalan besar ? dan juga jalan kecil ?
dan ketika kita bebicara tentag tasauf kita akan selalu menjumpai tiga konsep yang sangat erat hubungannya dengan bertasauf.

*yang pertama ialah konsep 'manunggaling kawu la gusti' atu sering juga disebut sebagai 'wihdatul wujud' (ittihat atau hulul)
tokoh nya antara lain ialah Al-halaj,ibnu arabi,dan kalau di indonesia kita kenal seperti syeh siti jenar.
*dan yang kedua adalah dengan memiliki keinginan untuk tidak berkeinginan tokohnya ialah Abul hasan as-sadzili,abu yazid al-busthami,dzunnun al-mishri
*sedangkan berikutnya atau yang ke tiga ialah dengan menimbulkan keinginan untuk menjadi hamba

Allah yang baik dan ta'at,tokohnya adalah imam Al-ghazali dan imam junaid al-bagdadi.
demikian lah yang dapat penulis tuliskan perihal jalan para sufi,semoga memberikan kemaslahatan bagi pembaca.
kritik dn saran penulis harapkan,sebagai acuan intropeksi diri untuk bisa lebih baik.

terimakasih kami ucapkan atas kunjungannya ke kisahsufidanmutiarahikmah.com

baca juga kisah sufi lainnya :
kisah ibrahim bin adham dan seribu ikan yang membawa jarum emas
.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "jalan kita, jalan kecil atau jalan besar ?"

Post a Comment