Kisah Sufi - Abu Hafshin dan orang buta di pasar nishapur ( makna ketawakalan )

.
.
-- -->
kisahsufidanmutiarahikmah.com - Abu Hafshin Amr bin Salam Al-haddad dulunya adalah seorang pandai besi di daerah nishapur, Abu Hafshin sangat terkenal dengan kedermawanannya, setiap harinya ia memberikan uang yang ia dapat dari pekerjaannya kepada orang-orang miskin yang ada dikota nishapur dengan cara memasukkannya kedalam kotak surat yang ada dirumah mereka dengan sembunyi-sembunyi.
bahkan tidak jarang setelah shalat isya ia mengemis untuk sekadar buka puasanya.

Abu Hafshin juga pernah berkunjung ke bagdad dan bertemu dengan Imam junaid al-bagdadi yang kagum menyaksikan pengabdiannya ke pada Allah. Selain itu, Abu Hafshin juga pernah bertemu dengan beberapa tokoh sufi lainnya di bagdad, diantaranya adalah as-syibli dan tokoh-tokoh lainnya di sana.
setelah kembali ke nishapur ia melakukan kegiatanya seperti dahulu, dan kemudian wafat dikota itu pada tahun 265 hijriah / 879 masehi.

sebelum Abu Hafshin memulai ekstase spritualnya Abu Hafshin pernah mendengar seorang yang buta di pasar nishapur membaca ayat al-quran yang artinya '' maka akan ditunjukan Allah kepada mereka yang tidak pernah mereka sangka sebelumnya ''
yang inti dari surat yang dibaca oleh orang buta tersebut tidak lain adalah ketawakalan manusia kepada tuhannya. dan yang barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menunjukkan jalan yang tidak pernah mereka sangka-sangka sebelumnya.
rupanya ayat yang dibaca orang buta itu sangat mengena di lubuk hati Abu Hafshin sehingga membuatnya jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.

ketika sadar Abu Hafshin pun pulang sambil terus merenungi isi dari kandungan ayat tersebut.
Dan sesampainya dirumah, Abu Hafshin pun kembali bekerja seperti biasanya, yaitu sebagai seorang pandai besi. karena pikiran Abu Hafshin terus menghayati ayat yang tadi ia dengar, tanpa sengaja ia memasukkan tangannya ke dalam tungku perapian untuk mengambil sepotong besi yang merah membara karna di panaskan dalam tungku api tersebut.

Semua anak buah Abu Hafshin terperangah, mereka seakan-akan tidak percaya melihat tangan Abu Hafshin yang telah dipakai untuk menempa besi panas dalam tungku api tadi tanpa  merasakan sedikitpun rasa sakit.
kemudian para anak buahnya bertanya '' tuan apakah yang sedang engkau perbuat ini ? ''
Abu Hafshin berkata '' silahkan palu besi ini ''
'' tuan apakah yang akan kami palu ?, bukankah besi ini telah jadi tuan '' kata anak buah Abu Hafshin tadi.
ketika mereka mengatakan seperti itu sadarlah Abu Hafshin bahwa ia telah melakukan kekeliruan.
dengan melakukan tindakan seperti itu, tak pelak lagi tahu lah semua anak buahnya dengan keistimewaan yang telah Allah berikan kepadanya.
dan kemudian ia pun memberikan usaha pandai besi nya itu kepada anak buahnya untuk dikelola dan Abu Hafshin pun pergi dari tempat usahanya itu.

dalam perjalanannya, ia berkata kepada dirinya sendiri '' sebenarnya sudah lama aku ingin meninggalkan usaha ini, akan tetapi tidak kunjung bisa. sekarang dengan kejadian ini, ia sendiri yang ingin membebaskanku. betapapun aku mencoba meninggalkan usaha ini, sia-sia lah ujungnya, dan akhirnya usaha itu sendiri yang meninggalkan dirriku ''
setelah peristiwa di tempat usahanya itu, Abu Hafshin menjalani hidupnya dengan disiplin diri yang keras, menyndiri, dan bermeditasi di tempat-tempat sunyi.

demikianlah sekelumit kisah dari seorang tokoh sufi yang kenamaan yang bernama Abu Hafshin tersebut dan semoga bermanfaat bagi kita semua...

terimakasih atas kunjungannya ke situs www.kisahsufidanmutiarahikmah.com

barakallhu fikumm..!!!

baca juga kisah sufi lainnya :
kisah Abu hafshin dan abu thurab manakah yang akan menang antara kepastian dan pengetahuan
.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Sufi - Abu Hafshin dan orang buta di pasar nishapur ( makna ketawakalan )"

Post a Comment