Kisah Sufi - Abu Said Al-kharaz mimpi bertemu Rasulallah S.A.W ( makna shalawat nabi )

.
.
-- -->
kisahsufidanmutiarahikmah.com - Abu Sa'id Ahmad bin Isa Al-kharaz adalah seorang tokoh sufi termasyur yang sering disebut-sebut sebagai '' si lidah sufisme '' oleh sebagian orang.
gelar yang di berikan kepada beliau bukan lah gelar yang tidak beralasan, Abu Sa'id mendapat gelar itu disebabkan oleh kemampuannya dalam mempresentasikan '' kebenaran mistik ''  yang memang sangatlah baik.

Dialah tokoh sufi yang pertama kali mengemukakan teori '' kelepasan '' dan '' kelanjutan '' dalam pengertian mistis dan ia memadatkan seluruh doktrinnya kedalam dua istilah tersebut.
dalam perjalanan hidupnya, Abu Sa'id banyak mengalami berbagai hal. Diantaranya Abu Sa'id pernah bermimpi malaikat dan Rasulallah S.A.W.

Dikisahkan, pernah pada suatu malam sa'at Abu Sa'id tertidur, didalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit dan menghampiri dirinya,
 kemudian malaikat itu bertanya kepada Abu Sa'id '' bagaimanakah kesetian itu wahai Abu Sa'id ?''

'' Kesetiaan itu adalah memenuhi segala perjanjian dengan Allah '' jawab Abu Sa'id.

'' jawaban mu benar wahai Abu Sa'id '' ujar malaikat kepada Abu Sa'id, setelah berkata demikian ke dua malaikat itu kembali terbang ke langit.

Kemudian dalam mimpinya datanglah Rasulallah S.A.W menghampiri dirinya '' wahai Abu Sa'id, apakah engkau mencintai diriku ?'' tanya rasulallah kepada dirinya.

'' ma'afkanlah aku ya rasul,aku tak sempat lagi mencintaimu karena besarnya cintaku terhadap Allah '' jawab Abu Sa'id.

lalu rasulalah pun berkata '' barang siapa mencintai Allah, maka sesungguhnya ia mencintai ku juga ''

Dan di lain hari ketika Abu Sa'id berada di Damaskus, ia juga pernah bermimpi bertemu dengan Rasulallah S.A.W.
di dalam mimpinya, ia sedang menyenandungkan sebuah sya'ir. maka Rasulallah S.A.W pun memperingatinya '' keburukannya lebih besar dari kebaikannya '' ( maksudnya adalah jangalah terlalu suka bersya'ir )

Demikinlah diantara kisah-kisah hidup dari seorang Abu Sa'id Al-kharaz. semoga kita dapat memetik hikmah dari apa yang disiratkan dari kisah tersebut.
dan adapun yang terjadi pada diri Abu Sa'id pada kisah ini adalah benar- benar sebuah sentimentil yang horizontal terhadap dirinya, sebab bagaimana mungkin ia tidak mencintai rasulallah sedangkan dalam kehidupannya sehari-hari ia sangat mengamalkan segala yang diajarkan rasulallah.
ia selalu meneladani sikap dan tindakan-tindakan beliau.

Memang jika seseorang bercita-cita menuju Allah, maka ia diperintahkan untuk meneladani sikap dan perbuatan rasulallah. Sebaliknya, jika seseorang meneladani sikap dan perbuatan rasulallah maka secara otomatis sesungguhnya ia telah mencintai Allah. seperti itulah sejatinya rangkaian antara Allah,rasulnya dan kita. dalam hidupnya Rasulallah meneladani Allah, sementara Allah berfirman agar kita meneladani rasulnya dan itulah sesungguhnya makna dari bersalawat kepada nabi, disitu Allah memberikan rahmat-Nya kepada nabi s.a.w dan kemudian Allah memerintahkan kita supaya kita bersalawat kepada nabi s.a.w , sedangkan ia meneladani akhlak-Nya dalam kehidupan. dan kelak di akhirat Rasulallah akan memberikan syafaatnya kepada orang-orang yang telah bersalawat kepada beliau.
dan semoga kita menjadi salah satu orang yang mendapatkan syafaat dari beliau di akhirat nanti.
Barakallahu...!!!

terimakasih sebanyak-banyaknya saya haturkan atas kunjungan pembaca ke situs www.kisahsufidanmutiarahikmah.com

baca juga kisah sufi lainnya :
kisah Abu Bakar Al-kattani bermimpi bertemu dengan perempuan tua yang mengerikan
.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Sufi - Abu Said Al-kharaz mimpi bertemu Rasulallah S.A.W ( makna shalawat nabi )"

Post a Comment