kisah Ahmad bin Khazruya dan maling yang masuk kedalam rumahnya

.
.
-- -->
kisah sufi - Ahmad bin Khazruya aadalah salah seorang dari sekian tokoh sufi yang terkemuka di balk, yang akhirnya diambil sebagai menantu oleh gubernur kota tersebut.
Ahmad juga dikenal sangat dekat dengan Abu yazid Al-bustami serta Hatim Ash-asham yang diberi gelar ''si tuli ''.
Ahmad bin Khazruya sangat disiplin dalam hal mengekang nafsunya, sehingga ia diberikan berbagai kharomah yang tak bisa dicapai oleh akal manusia kebanyakan.

Ahmad bin Khazruya juga dikenal sebagai guru yang handal, ia mengangkat muridnya tanpa memandang golongan apakah itu orang yang baik perangainya atau yang sangat buruk sekalipun.
pernah suatu hari diceritakan bahwa Ahmad bin Khazruya pernah mengangkat seorang maling yang ingin melakukan aksi malingnya dirumah Ahmad khazruya itu sendiri.
ia bahkan tak segan-segan untuk memberikan emas kepada sang maling, yang sebelumnya telah ia suruh shalat dahulu. naluri keguruannya memang sangatlah tulus, sehingga si maling itu pun tak mampu untuk berbuat banyak selain menuruti semua yang diperintahkan Ahmad bin Khazruya.
nah, berikut akan kami tuliskan bagaimana kisah Ahmad bin Khazruya dan maling yang masuk kedalam rumahnya ini secara lengkap.

pada suatu malam ketika Ahmad bin Khazruya sedang tertidur didalam kamarnya, maka tanpa sepengetahuannya masuk lah seorang maling kedalam rumahnya itu untuk melakukan aksi pencurian-nya.
sesamapainya didalam Ahmad, ia segera memeriksa semua sudut ruangan yang ada dalam rumah tersebut, dan setelah sekian lama memeriksa semua tempat yang diduga tempat penyimpanan harta itu, akhirnya sia-sia saja.
bahkan makanan pun tak ia temukan didalam rumah Ahmad, maka dengan perasaan yang putus asa, si maling pun hendak cepat-cepat meninggalkan tempat itu.
akan tetapi sebelum ia sampai pada pintu rumah Ahmad bin Khazruya, ia mendengarkan suara yang sangat santun sekali memanggilnya. suara yang ternyata keluar dari mulut si penghuni rumah yang akan dimalingnya itu.
'' hei anak muda, jika kau mau kuperintahkan, silahkan ambil tali dan ember itu, dan kemudian timbalah air yang ada di sumur belakang sana, dan bersucilah engkau lalu shalatlah, jika nantinya aku mendapatkan sesuatu, maka akan kuberikan kepadamu supaya engkau tidak meninggalkan rumah ini dengan tangan hampa '' ungkap Ahmad panjang lebar kepada si maling.

disebabkan perasaan takut dan serba bersalahnya maka si maling pun mau mengikuti apa yang diperintahkan oleh Ahmad bin khazruya. ia pun mengambil ember dan tali tersebut untuk mengambil wudhu, dan kemudian shalatlah ia.
didalam hatinya si maling bertanya-tanya, sebenarnya apa yang di maui Ahmad sehingga ia begitu baik dalam memperlakukan dirinya. padahal biasanya siapapun yang tertangkap basah ketika mencuri maka ia akan mendapatkan hukuman menurut hukum yang berlaku di kota .
dan setelah selesai shalat maka orang itu pun terus di suruh tidur oleh Ahmad bin Khazruya di dalam rumahnya. dan malam itu pun akhirnya dengan terpaksa si maling pun tertidur di dalam rumah Ahmad bin Khazruya.

dan pada pagi harinya, tanpa disangka-sangka datanglah serombongan tamu yang membawa seratus dinar emas untuk Ahmad bin Khazruya. tamu itu mengatakan bahwa itu adalah hadiah untuk Ahmad bin Khazruya.
setelah menerima seratus dinar emas tadi maka Ahmad bin Khazruya pun memanggil ''si maling'' yang akan mencuri di rumahnya pada malam hari tadi. kemudian Anmad bin Khazruya pun berkata kepada si maling '' wahai anak muda, ambillah uang ini sebagai ganjaran dari shalat mu yang engkau lakukakan malam tadi''
sontak saja, mendengar apa yang di ucapkan oleh Ahmad bin Khazruya maka si maling itu pun menangis sejadi-jadinya, dan disela isaknya ia berucap '' alangkah bodohnya diriku ini, selama ini aku hidup di jalan yang salah, dan pada hari ini, baru semalam aku berbakti kepada Allah, sudah demikian banyaknya kurnia yang aku terima dari-Nya, sungguh benar Allah itu maha pemurah ''.
dan setelah berkata demikian, maling tadi pun menolak emas pemberian Ahmad bin Khazruya dan dengan bersungguh-sungguh ia kemudian meminta kepada Ahmad bin Khazruya agar menjadikannya sebagai murid. maka dengan senang hati pada hari itu pun murid Ahmad bin Khazruya telah bertambah satu orang lagi.

didalam kisah ini ada beberapa pelajaran symbolis yang mungkin diberikan Ahmad kepada si maling, bisa jadi ember dan tali yang di ajukan Ahmad bin Khazruya kepada si maling adalah merupakan sebuah ajakan agar si maling mau menimba ilmu kepadanya.
seperti yang kita ketahui bahwa symbolis dalam hal menuntut ilmu itu sering di ibaratkan kedalam tiga hal seperti berikut :
1. orang yang berilmu diibaratkan sebagai sumur, sedangkan yang menuntut ilmu diibaratkan ember dan tali. syimbolis yang seperti ini bisa diartikan bahwa disini si guru tidak membatasi apa yang mau dipelajari si murid kepadanya.
2. orang berilmu diibaratkan teko (tempat menyimpan air minum), sedangkan orang yang menuntut ilmu diibaratkan dengan gelas. disini dapat diartikan bahwa guru memberikan ilmu kepada murid sesuai dengan wadah/kapsitas si murid.
3. orang berilmu dibaratkan talang (bambu yang digunakan untuk menyalurkan air) sedangkan si murid diibaratkan sebagai sawah atau ladang. disini dapat diartikan bahwa guru memberikan dengan sepenuhnya apa yang ia pahami, dan tak peduli apakah si murid mau mempelajarinya ataupun tidak. yang penting baginya ia telah menyampaikan apa yang ia ketaahui.
bisa jadi ungkapan yang di gunakan oleh Ahmad bin Khazruya kepada si maling dengan menggunakan ''ember dan tali'' diatas adalah menandakan sebuah ajakan kepada si maling agar mau berguru kepadanya.

dan demikianlah kisah sufi ini kami kisahkan, harapan kami adalah agar kisah Ahmad bin khazruya dalam mempelakukan maling yang masuk kedalam rumahnya ini bisa bermanfaat bagi pembaca.

terimakasih atas kunjungannya ke situs www.kisahsufidanmutiarahikmah.com.


.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "kisah Ahmad bin Khazruya dan maling yang masuk kedalam rumahnya"

Post a Comment