kisah Al-halajj dan As-syibli apakah bagian tertinggi dari sufisme itu ?

.
.
-- -->
kisahsufidanmutiarahikmah.com - Abul Mughits bin Mansyur Al-halajj adalah tokoh sufi yang paling kontroversial dari sejarah para sufi, ia adalah tokoh sufi yang giat memperkenalkan konsep ittihad dan wihdatul wujud kepada masyarakat umum pada masa itu.
dalam sejarah hidupnya Al-halajj sangat banyak melakukan perjalanan ke berbagai negara dunia, dan disana Al-halajj mendapat berbagai panggilan. di cina Al-halajj dipanggil dengan nama Abul Muin, di india Al-halajj dipanggil dengan nama Abul Mughits, di khurasan beliau dipanggil Abul Muhr.
dalam dunia tasawuf Al-halajj banyak berguru kepada para tokoh sufi lainnya, diantaranya ialah Al-halajj pernah berguru kepada Imam Junaid Al-bagdadi, dan ia juga pernah berguru kepada Sahl bin Abdullah selama dua tahun serta kepada Amr bin Utsman selama delapan belas bulan. dan juga Al-halajj banyak menjalin persahabatab dengan para tokoh sufi terkemuka pada masa itu, diantaranya adalah Ibnu Atha dan As-syibli.

ketika ia mengatakan '' ana Al-haq '' dalam kemabukannya kepada Allah, ia ditangkap khalifah dan kemudian dipenjarakan.setelah sekian lama dipenjarakan maka Al-halajj pun akhirnya dijatuhi hukuman gantung pada tanggal 28 maret 913 M. ketika Al-halajj digiring oleh para pengawal khalifah ke tiang gantungan, maka banyak orang yang mengejeknya dengan mengatakan '' hei, bagaimanakah perasaanmu sekarang ini Al-halajj, lihatlah tiang gantungan itu telah senang menantimu '' ujar mereka kepada Al-halajj.

'' apakah kalian tidak tau ?? kenaikan bagi manusia-manusia sejati adalah di tiang gantungan '' balas Al-halajj tak goyah

dan ketika Al-halajj telah sampai pada tiang gantungannya, kemudian Al-halajj menghadapkan wajahnya kearah kota mekah, dan kemudian ia pun memanjatkan do'a. setelah selesai ber do'a Al-halajj pun berkata '' Dia lah yang mengetahui semua rahasia, dan tak ada yang lebih mengetahui selain Dia''

murid-muridnya yang berada ditempat itu pun kemudian bertanya kepada Al-halajj '' wahai guru kami Al-halajj, apakah yang dapat engkau katakan mengenai kami dan orang-orang yang ingin menghukum serta mengutukmu itu ? '' tanya mereka kepada Al-halajj.

'' ketahuilah oleh kalian, mereka itu akan memperoleh dua ganjaran, akan tetapi kalian hanya mendapatkan satu ganjaran, kalian berpihak kepadaku hanya karena kalian adalah muridku, sedangkan mereka, mereka berbuat seperti itu karena terdorong oleh iman yang teguh kepada Allah yang maha esa, dan mereka berusaha untuk mempertahankan dan memperjuangkan kebwibawaan hukum-Nya '' jawab Al-halajj kepada murid muridnya tersebut.

tak lama setelah itu datanglah salah seorang sahabatnya (As-syibli) ketempat akan dilaksanakannya hukum gantung bagi Al-halajj tersebut. dan ketika Asyibli mendekati Al-halajj, ia langsung memeluk sahabatnya itu dan kemudia syibli pun mengajukan sebuah pertanyaan kepada Al-halajj '' apakah sufisme itu ? '' tanya Asyibli kepada Al-halajj.

'' ketahuilah olehmu wahai Asyibli, bagian tereaandah dari sufisme itu ialah yang akan engkau saksikan sebentar lagi ditempat ini '' jawab Al-halajj dengan mantap.

'' dan sekarrang tolonglah engkau jelaskan kepadaku bagian yang lebih tingginya '' tanya Asyibli lagi kepada Al-halajj

'' bagian yang tinggi itu tak akan terjangkau olehmu, wahai sahabatku '' terang Al-halajj kepada Assyibli.

setelah perbincangan Al-halajj dengan sahabatnya Asybli tersebut tiba-tiba semua orang yang akan menyaksikan hukuman tersebut melemparinya dengan batu. mendapat perlakuan seperti itu Al-halajj hanya tersenyum dan tidak nampak sedikitpun ia akan mengeluh, ia tetap tegar menerima lemparan demi lemparan batu yang dilemparkan orrang-orang itu.
akan tetapi sahabatnya Assyibli, agar tidak terlihat berbeda dari yang lainnya akhirnya Assyibli pun mengikuti apa yang dilakukan orang-orang disekeliling nya itu. dengan sedikit perbedaan, Assyibli melemparkan sekepal tanah ketubuh Al-halajj. dan ketika tanah tersebut mengenai tubuh Al-halajj, Al-halajj terlihat mengeluh. dan orang-orang itu pun heran '' hei Al-halajj, kenapa engkau diam saja ketika kami lempari dengan batu, sedangkan ketika engkau dilempari dengan tanah oleh Assyibli engkau terlihat mengeluh '' tanya mereka kepada Al-halajj.

'' ketahuilah olehmu, aku tidak mengeluh ketika dilempari dengan batu sebab aku tahu mereka sama sekali tidak tahu dengan apa yang dilakukannya, jadi aku dapat memaafkan mereka, sedangkan Asyibli tahu seharusnya ia tidak perlu melakukan hal itu, dan itulah yang membuat aku mengeluh, sebab tanah yang dilemparkannya itu terasa sangat menyakitkan bagiku '' jelas Al-halajj.

begitulah kisah akhir perjalanan hidup Al-halajj, hidupnya berakhir ditiang gantungan. akan tetapi ada pula versi yang mengatakan bahwa hidup Al-halajj berakhir di tempat penjagalan (hukum pancung), dan yang menarik dari kisah versi ini ialah darah yang keluar dari tubuh Al-halajj membentuk lafaz Allah.
wallahu'alam...!!!

demikianlah kisah sufi Al-halajj ditanyai Asyibli apakah bagian tertinggi dari sufisme itu ? semoga bermanfaat bagi pembaca..!!!
barakallahufikum...!!!

terimakasih telah mengunjungi kisahsufidanmutiarahikmah.com terutama

baca juga kisah sufi lainnya :
kisah habib al-ajami memberi pelajaran kepada gurunya tentang pengetahuan dan keyakinan
.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "kisah Al-halajj dan As-syibli apakah bagian tertinggi dari sufisme itu ?"

Post a Comment