kisah Habib Al-ajami memberi pelajaran kepada gurunya tentang pengetahuan dan keyakinan

.
.
-- -->
kisahsufidanmutiarahikmah.com - seperti yang selalu saya sampaikan, Kisah sufi seperti yang kita ketahui memanglah sangat banyak menyimpan butiran-butiran hikmah yang dapat kita tafsirkan dalam kehidupan dunia yang fana ini. setiap perkataan yang keluar dari mulut mereka bukanlah sembarang rangkaian kata-kata, akan tetapi memiliki nilai filosofis yang tinggi. mereka berkata-kata bukan saja karena pengetahuan yang mereka dapat, melainkan karena sebuah keyakinan yang tulus.bagi mereka, pengetahuan hanyalah alat/jembatan yang akan menghantarkan mereka menuju keyakinan tersebut. jadi pengetahuan disini bukan lagi sebagai penentu, akan tetapi hanyalah sebuah alat. pengetahuan yang tanpa diiringi keyakinan hanyalah merupakan sebuah kebohongan semata.
seperti itu jugalah yang tercermin didalam salah satu kisah sufi yang akan kami kisahkan berikut ini.

Habib Al-ajami adalah seorang tokoh sufi kenamaan yang banyak memiliki guru dari berbagai daerah, salah satunya adalah Imam Hasan Al-bashri. Habib sangat menjaga hubungan silahturahmi dengan para gurunya itu.
ada kalanya mereka saling mengunjungi/bertamu ke tinggalnya masing-masing. pernah suatu kali dikisahkan ketika sang guru Habib yakni Imam Hasan Al-bashri berkunjung ke tempat tinggalnya. sebagai tuan rumah yang baik tentu Habib Al-ajami menyambut tamunya itu dengan sangat baik, dan apalagi yang datang tersebut adalah gurunya Imam Hasan Al-bashri.
maka ia pun menyuguhkan dua potong roti yang terbuat dari gandum untuk tamunya itu, tak lupa pula ia menyuguhkan garam sebagai asinannya. dan disaat keduanya telah bersiap-siap menyantap hidangan itu, secara tiba-tiba datang lah seorang pengemis berserta anaknya untuk meminta sedikit makanan sebab ia telah tidak makan selama beberapa hari. maka tanpa berpikir panjang Habib pun mengambil dua potong roti gandum berserta asinan tersebut,dan kemudian memberikannya kepada si pengemis.
pengemis pun menerimanya dengan sangat senang hati. setelah mengucapkan terimakasih kepada si habib, kemudian si pengemis itu pun pergi meninggalkan tempat kediaman Habib.

Imam Hasan Al-bashri hanya terdiam melihat perlakuan Habib itu, didalam hatinya ia merasa heran terhadap perbuatan mantan muridnya itu. karena tak tak tahan menyimpan keheranan dalam hatinya, kemudian Imam Hasan Al-bashri pun berkata '' wahai Habib Al-ajami muridku, engkau memanglah seorang yang budiman dan berhati mulia, akan tetapi alangkah baiknya jika engkau memiliki sedikit pengetahuan untuk melakukan sesuatu kebaikan itu. baru saja engkau memberikan roti yang telah tersedia di depan mata tamumu kepada pengemis, sehingga tak ada lagi yang akan tamu mu itu makan. seharusnya engkau memberikan sebagian saja kepada si pengemis itu, sehingga masih adalah yang tinggal untuk santapan tamu mu '' jelas Imam Hasan Al-bashri panjang lebar.
mendengar apa yang dikatakan gurunya barusan, Habib hanya terdiam seribu kata. baginya tentu tak ada lagi alasan untuk menjawab apa yang gurunya katakan tadi, ia merasa telah di kritik habis-habisan oleh gurunya tersebut. akan tetapi di dalam hatinya yang paling dalam Habib pun memohonkan sesuatu kepada Allah. ia memohon sesuatu yang baik untuk tamunya tersebut.

selang beberapa saat setelah ia berdo'a, maka datanglah seorang utusan ketempat kediaman Habib Al-ajami sambil menjunjung nampan berisikan makanan yang sedap dan nikmat, di atas nampan itu berisi daging panggang, kue-kue serta uang sebanyak lima ratus dirham. kemudian nampan tadi diserahkannya kepada Habib Al-ajami dan setelah itu ia langsung pulang.
Habib Al-ajami pun membawa nampan itu masuk kerumahnya, dan sesampainya di dalam maka ia pun meletakkan nampan tersebut tepat di depan Imam Hasan Al-bashri. dan kemudian Habib Al-ajami pun mengambil uang lima ratus dirham yang ada diatas nampan lalu ia pun pergi melangkah keluar rumahnya untuk membagi-bagikan uang sebanyak lima ratus dirham tadi kepada fakir miskin.
sementara Habib membagikan uang tadi Imam Hasan Al-bashri hanya termenung melihat apa yang ada di depannya.

sekembalinya Habib Al-ajami dari membagi-bagikan uang tadi, Habib Al-ajami langsung mengajak tamunya yakni Imam Hasan Al-bashri tadi untuk menyantap hidangan yang telah tersedia di depan mereka. dan setelah mereka selesai menyantap hidangan tadi mereka pun membuka pembicaraan mereka, mulai dari saling menceritakan pengalaman mereka setelah sekian lama tidak bertemu, serta beberapa pandapat mereka mengenai diri masing-masing.
dan setelah mereka asik di dalam perbincangan mereka maka tiba-tiba Habib Al-ajami pun teringat apa yang dikatakan gurunya tadi ketika ia memberikan roti kepada pengemis. dan kemudian ia pun berkata kepada gurunya tersebut '' wahai guruku Imam kaum muslimin, engkau memanglah seorang yang budiman dan berhati mulia, akan tetapi alangkah baiknya jikalau engkau memiliki sedikit keyakinan di dalam pengetahuan mu, pengetahuan yang guru punya haruslah disertai dengan keyakinan, dengan demikian tak ada lagi keraguan kita terhadap apa yang ditetapkan Allah SWT.'' ungkap Habib Al-ajami kepada gurunya.

nah, dari kisah diatas dapatlah kita simpulkan bahwa, pengetahuan haruslah disertai dengan keyakinan. pengetahuan tak akan pernah dapat mengantarkan kita kepada sesuatu apapun tanpa cahaya hati, dan cahaya hati yang dimaksudkan disini adalah keyakinan kita terhadap janji Allah. dan Allah tak akan pernah menyia-nyiakan niat baik hambanya walau sebsar biji zahra pun.

demikianlah halnya kisah ini kami tuliskan, semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan terimakasih akan selalu kami ucapkan kepada pembaca yang budiman yang telah mengunjungi kisahsufidanmutiarahikmah.com

baca juga kisah sufi lainnya :
kisah Al-halajj dipenjarakan akibat perkataanya (ana al-haq) yang membuat gusar banyak orang

.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "kisah Habib Al-ajami memberi pelajaran kepada gurunya tentang pengetahuan dan keyakinan"

Post a Comment