kisah habib al-ajami menitipkan jaketnya kepada Allah

.
.
-- -->
kisahsufidanmutiarahikmah.com - Asyalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...!!
selamat datang kembali kami ucapkan kepada para pembaca dan pejelajah hati ke www.kisahsufidanmutiarahikmah.com yang pada kesempatan ini kami akan menuliskan sebuah kisah seorang sufi yang bernama Habib Al-ajami dengan seorang gurunya yaang bernama hasan Al-bashri.

Kisah sufi, yang seperti kita ketahui memanglah sangat banyak menyimpan butiran-butiran hikmah yang dapat kita tafsirkan dalam kehidupan dunia yang fana ini.
setiap perkataan yang keluar dari mulut mereka bukanlah sembarang rangkaian kata-kata, akan tetapi memiliki nilai filosofis yang tinggi. mereka berkata-kata bukan saja karena pengetahuan yang mereka dapat, melainkan karena sebuah keyakinan yang tulus.
bagi mereka, pengetahuan hanyalah alat/jembatan yang akan menghantarkan mereka menuju keyakinan tersebut. jadi pengetahuan disini bukan lagi sebagai penentu, akan tetapi hanyalah sebuah alat (pengantar untuk menuju keyakinan). pengetahuan yang tanpa diiringi keyakinan hanyalah merupakan sebuah kebohongan (kekosongan) semata. sedangkan keyakinan tanpa pengetahuan juga begitu, dua hal yang sebenarnya sangat berkaitan.  maka dalam hal ini sudah seharusnya lah jika ''keyakinan'' adalah sebuah akhir (ingin dicapai) dari keduanya tersebut. dan disaat seperti itu, pengetahuan akan lenyap dengan sendirinya.
itu tercermin didalam salah satu kisah sufi yang akan kami kisahkan berikut ini.

Imam Hasan Al-basri adalah seorang ulama kenamaan yang banyak memiliki murid untuk menimba ilmu darinya, salah satu muridnya itu bernama Habib Al-ajami. Habib Al-ajami di kemudian harinya juga menjelma sebagai salah seorang tokoh tasawuf kenamaan.
pernah suatu hari diceritakan ketika Habib Al-ajami hendak melakukan thaharah (bersuci), maka untuk itu ia melepaskan jaketnya yang terbuat dari bulu itu dan meninggalkanya ditepi jalan sementara itu ia turun kebawah unuk berthaharah (bersuci). meskipun sebenarnya ia tahu kalau jaket mantel yang dimiliknya itu harganya sangat mahal, akan tetapi ia tetap tak mempedulikannya.
tak lama setelah ia turun untuk berthaharah (bersuci), secara kebetulan maka lewatlah Imam Hasan Al-basri ketempat itu. dan ketika ia melihat jaket bulu yang memang sudah dikenali siapa pemiliknya itu maka ia pun berhenti untuk menghampiri jaket bulu tersebut.
'' dasar Habib, tak tahukah ia berapakah harga jaket bulunya ini ?? jaket yang seperti ini seharusnya tak boleh ditinggalkan begitu saja disembarang tempat, bisa-bisa hilang nantinya '' gumam Imam Hasan Al-bashri dalam hati. karena kepeduliannya terhadap Habib yang dulunya adalah muridnya itu, maka Imam Hasan Al-bashri pun berniat akan menjaga jaket bulu tersebut agar tak dicuri seseorang sampai Habib datang ketempat itu.

seelah selang bebeberapa saat, maka kembalilah Habib dari tempatnya berthaharah tadi.
'' Assyalamu'alaikum warhmatllahi wabarakatuh, wahai imam kaum muslimin'' sapa Habib kepada Imam Hasan Al-bashri.
'' wa'alaikumsalam warahmatllhi wabarakatuh ya Habib '' jawab Imam Hasan Al-bashri
'' ada apakah gerangan engkau berdiri disini wahai Imam kaum muslimin ?'' tanya Habib.
'' tahukah engkau wahai Habib Al-ajami berapakah harga jaket bulu seprti ini, sehingga engkau meninggalkannya di sembarang tempat. apalagi tempat ini selalu ramai dilewati orang-orang. tak tahu kah kau jaket ini bisa-bisa saja dicuri orang jika aku tak menjagakannya untukmu. sekarang tolong engkau katakan, kepada siapakah engkau tadi menitipkan jaket bulu ini ?? '' jelas Imam Hasan Al-bashri panjang lebar.
'' ya, aku tahu berapa harga jaket ini, dan aku juga tahu jaket ini bisa-bisa saja dicuri orang, oleh karena itu, jaket bulu ini tadinya kutitikan kepada Dia (Allah), dan kemudian Dia (Allah) menitipkannya kepadamu '' jawab Habib Al-ajami menerangkan.

maka dengan mendengar penuturan Habib Al-ajami yang dulunya itu adalah muridnya, Imam Hasan Al-bashri pun terperangah dibuatnya.
'' subhanallah, mahasuci engkau yang maha menjaga'' ucapnya dalam hati. dan kemudian ia pun melanjutkan perjalanannya setelah sebelumnya ia mohon izin pamit kepada muridnya tersebut.

nah begitulah kehidupan para sufi, pengetahuan bukanlah sebagai penghukum lagi baginya, bagi mereka keyakinan lah akhirnya yang menentukan. seperti yang diatas telah kami ceritakan, meskipun Habib sesungguhnya tahu jikalau ia meninggalkan jaket ditempat itu bisa-bisa saja jaket bulu itu akan hilang di curi oleh orang yang memiliki jiwa maling yang kebetulan melewati tempat itu.
akan tetapi ia tetap meninggalkannya, disebabkan keyakinannya kepada Allah yang sangatlah tinggi, ia sangat yakin Allah akan menjaga apa yang sebenarnya menjadi hak-nya.
demikianlah kisah ini kami tuliskan, semoga kisah ini bermanfaat bagi pembaca.

terimakasih atas kunjungannya ke situs kisahsufidanmutiarahikmah.com

baca juga kisah sufi lainnya :
kisah al-halajj dipenjarakan akibat perkataannya (ana al-haq) yang membuat gusar banyak orang
.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "kisah habib al-ajami menitipkan jaketnya kepada Allah"

Post a Comment