kisah Ma'ruf Al-kharkhi yang menolak mentah-mentah konsep trinitas yang diajarkan gurunya di sekolah nasrani

.
.
-- -->
kisahsufidanmutiarahikmah.com - Abu Mahfudz Mak'ruf bin Firus Al-kharkhi adalah salah seorang sufi yang berasal dari kota khark, yang termasuk kedalam wilayah Bagdad sedangkan ibunya berasal dari sebuah kota Bani Abbassiyah.
walau memang sama-sama dari Bagdad, akan tetapi namanya tidaklah sepopuler Imam Junaid ataupun syekh Abdul Qadir Jaelani. Ma'ruf Al-kharkhi juga salah satu sufi yang menganut mazhab cinta, mazhab yang saman seperti dianut Rabi'ah Al-adhawiyah.
meskipun demikian, siapakah yang akan menyangka jikalau dahulunya Ma'ruf Al-kharkhi adalah seorang yang beragama nasrani. serupa dengan agama yang dianut oleh orang tua nya.

Ma'ruf Al-kahrkhi sejak masih kecil memanglah sudah di anugrahi Allah kepintaran dalam hal spritual. sebagai seorang anak dari keluarga yang beragama nasrani tentu saja Ma'ruf Al-kharkhi sejak kecil sudah diberi pendidikan mengenai agama nasrani itu sendiri.
Ma'ruf Al-kharkhi kecil disekolahkan ibunya ke sekolah-sekolah nasrani yang memang sangatlah kental dengan ajaran paham trinitas. yaitu paham tentang konsep tuhan bapa, roh kudus dan yesus.
pernah suatu hari ketika ia sedang melangsungkan pembelajarannya, gurunya menjelaskan tentang konsep trinitas tersebut. akan tetapi dengan sangat yakin Ma'ruf Al-kharkhi pun mencela perkataan gurunya tersebut '' tidak guru, anda salah besar, yang namanya tuhan itu hanyalah satu, dan tuhan itu hanyalah Allah yang maha esa ''.
setelah berkata demikian, Ma'ruf Al-kharkhi bahkan tidak merasa bersalah sedikitpun sebab telah melawan apa yang gurunya katakan itu.

karena merasa perkataanya tidak didengar, maka sang guru Ma'ruf Al-kharkhi pun naik pitam. dan dengan luapan emosi yang menjadi-jadi si guru itu pun menghampiri Ma'ruf Al-kharkhi. dan detelah ia berada didekat Ma'ruf Al-kharkhi maka ia pun berkata kepada Ma'ruf Al-kharkhi '' coba kau ulang lagi perkataan mu tadi '' cobanya mengancam.
maka dengan sangat mantap Ma'ruf Al-kharkhi pun kembali mengulang perkatannya '' aku tadi mengatakan jikalau anda salah besar, yang namanya tuhan itu hanyalah satu, dan tuhan itu hanyalah Allah yang maha esa ''.
mendengar apa yang keluar dari mulut Ma'ruf Al-kharkhi maka dengan tanpa dikomandoi si guru itu pun akhirnya mendaratkan kepalan tangannya ke wajah Ma'ruf. setelah si guru melampiaskan emosinya si Ma'ruf beruntung itu pun akhirnya diserahkan kepada kepala sekolah untuk dilakukan penanganan khusus. akan tetapi sekuat apa pun si kepala sekolah tersebut meyakinkan Ma'ruf bahwa pandangannya itu adalah sebuah kesalahan, maka sekuat itu pula Ma'ruf Al-kharkhi berpendapat ia sama sekali tidak memiliki kesalahn, melainkan sebaliknya.
ia terus berpegang teguh dengan apa yang menjadi pendiriannya. karena komprominya menemui jalan buntu akhirnya si kepsek juga memberi Ma'ruf aksi koboi, ia ditampar oleh si kepsek. mendapatkan perlakuan yang demikian, hati Ma'ruf Al-kharkhi bukannya ciut, malahan hatinya semakin mekar dan bergejolak.
sehingga akhirnya ia memutuskan untuk berhenti dari sekolah, dan memulai perjalanan pencariannya. dengan tekad yang bulat ia juga meninggalkan rumah serta keluarganya yang beragama nasrani itu.

setelah ditinggal pergi, maka orang tua nya pun sangatlah bersedih hati. mereka tidak tega melihat anaknya yang masih kecil itu hidup diluar sana seorang diri. sehingga timbullah niat di hati kedua orang tuanya tersebut ''seandainya nanti Ma'ruf pulang, maka apapun agama yang dianutnya, kami juga akan mengikutinya.''
dan ternyata Ma'aruf yang selama ini lari dari rumah, rupanya menemui seorang guru yang akhirnya membimbing Ma'ruf kepada islam. ia berguru kepada Ali bin Musa Ar-risa, dan ditempat beliaulah akhirnya Ma'ruf mempelajari islam.
tak di jelaskan berapa lama Ma'ruf tinggal dan belajar disana, dan pada suatu hari terniatlah oleh Ma'ruf Al-kharkhi untuk melihat kondisi orang tuanya yang telah ia tinggal pergi selama ini.  maka ia pun berangkat menuju rumahnya, dan sesampainya disana maka ia pun mengetuk pintu rumahnya. melihat anaknya yang telah lama pergi dan kini kembali hadir di depannya, alangkah bahagia hati kedua orang tuanya tersebut.
dalam keadaan seperti itu teringatlah oleh ke dua orang tuanya akan janji yang ia ucapkan dahulu.
'' dahulu, ketika engkau pertama kali pergi. kami berdua telah berjanji jika suatu nanti engkau pulang kepada kami, kami akan mengikuti apapun agama yang engkau anut, dan sekarang apakah agama yang engkau anut duhai anakku ? '' tanya orang Ma'ruf.
'' aku sekarang menganut agama yang dibawa muhammad duhai ibu dan ayahku'' jawab Ma'ruf dengan mata berbinar.
mendengar jawaban anaknya itu, sontak kedua orang tuanya itupun megucapkan syahadat untuk memenuhi janji yang telah diucapkannya dulu.
dan sejak saa itu kedua orang tua Ma'ruf pun ikut meninggalkan agama yang sebelumnya mereka anut, yakni nasrani.

setelah dewasa Ma'ruf Al-kharkhi akhirnya dikenalkan pada dunia tasawuf oleh Daud At-ta'i, ia dibimbing dibawah pengawasan syekh besar tersebut.
Ma'ruf sangat taat dalam berdispilin diri, sehingga akhirya namanya juga termasyur kemana-mana. dan kemudian banyaklah orang yang mendatanginya untuk menimba ilmu kepadanya.

demikianlah sekilas dari kisah Ma'ruf Al-kharkhi, semoga bermanfaat bagi pembaca.

terima kasih atas kunjungannya ke www.kisahsufidanmutiarahikmah.com

baca juga kisah sufi lainnya :
kisah Habib Al-ajami memberi gurunya pelajaran tentang pengetahuan dan keyakinan

.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "kisah Ma'ruf Al-kharkhi yang menolak mentah-mentah konsep trinitas yang diajarkan gurunya di sekolah nasrani"

Post a Comment