Kisah Sufi - Abu Ali Fuzail membagi satu hati untuk dua cinta

.
.
-- -->
kisahsufidanmutiarahikmah.com - Abu Ali Al-fuzail bin Iyaz At-talaqani adalah seorang tokoh sufi yang berasal dari khurasan.
selama hidupnya, ia adalah seorang yang terkenal dengan kesederhanannnya serta keluhuran budinya.

sebelum pertaubatannya, Fuzail dahulunya adalah seorang penyamun yang memiliki banyak anak buah.
walaupun waktu itu Fuzail adalah seorang ketua dari gerombolan penyamun, tetapi ia tetap dikenal sebagai seorang yang berhati mulia.
selama pengembaraannya Fuzail hijrah dari khurasan ke mekkah dan kemudian ia menemui ajalnya disana pada tahun 187 H/803 M.

Setelah pertaubatannya Fuzail memang benar-benar menjalani hidupnya sebagai seorang hamba Allah yang shaleh, ia senantiasa selalu berdzikir dan selalu mengerjakan shalat sunat setiap malamnya.
pada suatu hari, saat Fuzail sedang memangku anaknya yang berumur 4 tahun. tanpa sengaja, karena kecintaannya kepada anaknya ia menyentuh pipi anaknya itu sebagaimana seperti yang sering dilakukan seorang ayah terhadap anaknya.

setelah Fuzail mencium anaknya itu, tiba-tiba sang anaknya bertanya '' ayah, apakah ayah mencintaiku ? ''

'' ya, ayah mencintaimu '' jawab Fuzail kepada anaknya.

''dan apakah ayah masih cinta kepada Allah ?? '' tanya anaknya lagi.

betapa kagetnya Fuzail mendengarkan pertanyaan anaknya itu, dan kemudian dengan lemah ia pun menjawab '' ya anakku, aku juga mencintai Allah ''

'' berapa banyakkah hati yang ayah miliki ? '' tanya si anak lagi seolah mengintrogasi Abu Ali Fuzail.

'' hanya satu '' jawab Fuzail dengan jujur.

'' apakah dengan satu hati itu ayah dapat mencintai dua hal dengan sepenuhnya ? '' ungkap anaknya lagi, sebuah pertanyaan yang sangat berat bagi Fuzail untuk menjawabnya.

Fuzail pun terdiam, merenungi apa yang sebenarnya tewrsembunyi dibalik pertanyaan anaknya itu.
dan akhirnya ia pun sadar bahwa apa yang dikatakan oleh anaknya itu bukanlah kata-kata anaknya itu sendiri, melainkan adalah sebuah petunjuk ilahi.
tanpa sadar ia lalu memukul-mukulkan kepalanya kedinding, setelah puas maka ia pun bersujud dan memohon ampunan atas kelengahannya itu.

dari kisah diatas dapat disimpulkan bahwa kesadaran yang dimiliki oleh Fuzail adalah bahwa kenyatannya cinta kepada Allah itu bukanlah suatu hal yang dapat dibagi.
dan jika seseorang telah masuk kedalam wilayah maqam mahabbah/cinta tersebut, maka sesungguhnya ia tidak lagi diperkenankan untuk mencintai yang selain Allah, sebab Allah pun akan merasa cemburu.

meskipun demikian, bukan berarti Allah melarang hambanya untuk berhubungan dengan sesama makhluk. justru sebaliknya, kita diperintahkan agar mencintai semua makhluk-Nya sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulallah s.a.w.
akan tetapi konsep dalam '' mencintai '' ketika kita mencapai maqam mahabbah/cinta tersebutlah yang akan berubah, ketika kita mencpai maqam tersebut kita dituntut agar mencintai sesuatu hanya semata-mata karena kita mencintai Allah S.W.T bukan di sebabkan oleh nafsu syahwat keduniaan kita seperti halnya kelengahan Fuzail dalam kisah yang diceritakan tadi.
dan jika kita telah memahami akan hal itu maka disitulah wujud dari '' rahmatan lil 'alamin '' yang dibawa oleh nabi Muhammad s.a.w tersebut tercapai pada diri kita.
barakallahu fikum..!!!

baca kisah sufi lainnya :
kisah sufi - Ahmad bin Harb mengajari anaknya bertauhid

.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Sufi - Abu Ali Fuzail membagi satu hati untuk dua cinta"

Post a Comment