Naar de Republik Indonesia oleh Tan Malaka sebagai penggagas awal Republik Indonesia

.
.
-- -->
kisahsufidanmutiarahikmah.com - Sutan Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan nama Datuk Tan Malaka. Siapakah yang tak kenal dengan tokoh berdarah Minang yang satu ini, tokoh yang terkenal sangat revolusioner dan berhaluan kiri.
bahkan namanya sempat tertimbun tanah pada zaman orba. Tan Malaka dilahirkan di tanah minang tepatnya di nagari Pandan Gadang, suliki, sumatera barat. Beliau dilahirkan pada tanggal 2 juni pada tahun 1897 dan pada tanggal 21 februari 1949 hidupnya di akhiri dengan tragis oleh tangan bangsanya sendiri.
dalam lintasan sejarah, Tan Malaka merupakan salah satu tokoh revolusi kiri yang namanya hingga kini terus berkibar, paling tidak di dataran eropa. Sehingga tak heran jika Harry Albert Poeze, seorang peneliti senior sekaligus  Direktur KITLV Belanda itu menulis disertasi mengenai Tan Malaka pada tahun 1976 yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dalam dua jilid.
Harry Albert Poeze kemudian melanjutkan buku kisah perjalanan hidup Tan Malaka ini sampai akhir hayatnya pada tahun 1949, yang didalam bukunya tersebut di ungkap mengenai lokasi tewasnya Tan Malaka di jawa timur dan siapa yang menembaknya.
Penelusuran Poeze ternyata tidak hanya berhenti disitu, pada 8 Juni 2007 lalu, di Universitas Leide Belanda, Poeze meluncurkan buku yang berjudul ‘Verguisd en Vergeten, Tan Malaka; De linkse Beweging en Indonesische Revolutien 1945-1959’. Buku setebal 2194 halaman ini di jual seharga 99,90 euro di Eropa, dan cukup mendapat apresiasi dari halayak pembaca.

Tan Malaka menulis buku '' Naar De Republik Indonesia '' di kanton pada april 1925. atau bisa disebut bahwa Tan lebih dulu menulis gagasan visionernya dibandingkan Muhammad Hatta yang menulis ''Indonesia Vrij'' sebagai pledoi di depan pengadilan Belanda di Den Haag pada tahun 1928, ataupun dengan Bung Karno yang menulis Menuju Indonesia Merdeka pada tahun 1933.
buku yang ditulis Tan Malaka pada tahun 1925 ( Naar De Republik Indonesia ) tersebut merupakan sebuah buku yang berisi tentang gagasannya dalam merancang republik Indonesia dan dalam buku tersebut juga membahas mengenai bentuk negara beserta bentuk kepemerintahannya. dibuku tersebut juga di jelaskan bahwa Indonesia dan Rusia memiliki kelas borjuis yang kurang kuat, maka akan lebih jika negara tersebut pada mulanya dikendalikan oleh satu buah partai politik saja.
dengan seperti itu, maka negara tersebut akan menjadi jelas arah serta tujuannya. Melalui buku ini jualah, kemudian para sejarawan “menobatkan” Tan Malaka sebagai Penggagas Awal Republik Indonesia.

Dalam kata pengantarnya di buku itu, Tan Malaka menulis: ''Jiwa saya dari sini dapat menghubungi golongan terpelajar (intelektuil) dari penduduk Indonesia dengan buku ini.'' Pada Desember 1925, Naar de Republiek Indonesia kemudian menyebar luas melalui jaringan Perhimpunan Pelajar Indonesia. Para pemuda bahkan mengetik ulang buku ini, setiap kali dengan karbon rangkap tujuh. Para pemimpin perjuangan, termasuk Bung Karno '' muda '' yang kala itu memimpin Klub Debat Bandung, membaca buku Tan. '' Bung Karno selalu membawanya '' kata Sayuti Melik, seperti dikutip Hadidjojo Nitimihardjo dalam pengantar edisi terjemahan Naar de Republiek.
Naar De Republik Indonesia itu sendiri terdiri atas tiga Bab, yang pada masing-masing bab tersebut mengulas tentang situasi politik dunia, kondisi Indonesia pada saat itu serta tentang garis perjuangan Partai Komunis di Indonesia.
Pada subbab terakhir, '' Halilintar Membersihkan Udara '', Tan mengecam kaum terpelajar Indonesia yang, menurut dia, masa bodoh dengan perjuangan kemerdekaan. Tulisnya: ''Kepada kaum intelek kita serukan... Tak terdengarkah olehmu, teriakan massa Indonesia untuk kemerdekaan yang senantiasa menjadi semakin keras? ''

Bukan cuma Soekarno yang selalu membawa-bawa Naar kemana-mana, Muhammad Yamin juga memuja Tan. Bagi Yamin, yang kemudian bergabung dengan Tan dalam kelompok Persatuan Perjuangan, Tan tak ubahnya Bapak Bangsa Amerika Serikat, Thomas Jefferson dan George Washington yang merancang sebuah Republik sebelum kemerdekaannya tercapai.

dari sini dapatlah disimpulkan bahwa buku ini sangat direkomendasikan untuk para pembaca blog kisah sufi dan mutiara hikmah yang tidak ingin melupakan sejarah bangsa. yang didalamnya terdapat nilai historis, filosofis dan patriotis yang tinggi .

untuk lebih detailnya silahkan langsung saja anda cari bukunya pada link-link download buku yang tersedia.
.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Naar de Republik Indonesia oleh Tan Malaka sebagai penggagas awal Republik Indonesia"

Post a Comment