Putri Syah bin Syuja yang bikin seorang guru sufi tertunduk malu, mengakui kesalahannya.

.
.
-- -->
kisahsufidanmutiarahikmah.com - Syah bin Syuja atau yang memiliki nama lengkap Abul Fawaris Syah bin Syuja Al-kirmani ini adalah seorang tokoh sufi yang banyak menelurkan karya-karyanya dibidang sufisme.
ia dilahirkan dari keluarga bangsawan dan meninggal pada tahun 270 H/884 M. ia tinggal di kota kirmani bersama keluarganya.
dalam riwayatnya, ia mempunyai seorang putri nan cantik jelita yang ia pingit di dalam rumahnya selama 20 tahun. setelah 20 tahun banyak para putra mahkota dan pejabat kerajaan yang datang kerumah Syah bin Syuja untuk melamar sang putri nan cantik jelita tersebut.

Syah bin Syuja sebagai orang tua tentu sangat merasa senang jika banyak orang yang menginginkan putrinya,
akan tetapi ia juga merasa sedih, karena ia sama sekali tak tahu siapa yang nantinya akan ia pilih untuk dijadikan menantu.
maka ia pun meminta kepada yang datang melamar putrinya tersebut agar memberinya tenggang 3 hari guna mempertimbangkannya.
kemudian dalam 3 hari tersebut ia menjelajah dari mesjid ke mesjid untuk mencari orang yang bisa ia mintai keterangan tentang siap ayang cocok untuk menjadi jodoh anaknya.
maka ketika ia melewati suatu mesjid hatinya membawanya untuk berhenti di mesjid tersebut.
dan sesampainya ddi masjid tersebut ia bertemu dengan seorang guru sufi yang berwibawa, maka timbullah keinginan Syah bin Syuja untuk mengambil sang guru sufi tersebut untuk dijadikan menantu, keinginan yang datang secara spontan dari dalam hatinya.
seelah saling mengucap syalam maka Syah bin Syuja pun mengungkapkan maksud dan tujuannya kepada sang guru sufi tersebut.

'' apakah engkau telah mempunyai istri ?'' tanya Syah bin Syuja.

'' belum '' jawab sang guru sufi singkat.

'' maukah kau ku berikan seorang istri yang baik akhlaknya dan baik pula agamanya, wahai tuan yang myrah hati.'' tanya Syah bin Syuja lagi.

'' siapakah yang akan mau menikahkan putrinya kepadaku, orang yang hanya mempunyai harta kekayaan 3 dirham.'' jawab sang guru sufi lagi.

'' akulah orang yang menyerahkan putriku kepadamu, tiga dirham yang kau punya itu bisa kau pakai 1 dirham untuk kau belikan roti, 1 dirham lagi engkau belikanlah minyak mawar dan 1 dirhamnya
lagi sebagai pengikat tali perkawinan (mahar)'' jawab Syah bin Syuja menyatakan kesungguhannya.

'' kalau seperti itu, maka jadikanlah aku sebagai suami dari putri mu itu.'' jawab guru sufi itu menyetujui.

setelah mereka menemukan kespakatan, maka berangkatlah Syah bin Syuja kembali kerumahnya, dan hari itu juga Syah bin Syuja kemudian mengantarkan anaknya kerumah guru sufi tersebut, kemudian keduanya pun dinikahkan.
sehingga kini keduanya telah syah menjadi suami istri.

dan ketika putri Syah bin Syuja memasuki salah satu pojok dari ruangan rumah guru sufi tersebut, tanpa sengaja ia menemukan sepotong roti kering didekat kendi air.
dan kemudian ia pun bertanya kepada sang guru sufi yang telah syah menjadi suaminya tadi, '' wwahai suamiku, roti apakah yang ada di dekat kendi air ini ?? tanya sang putri.
sang suaminya pun menjawab '' wahai istriku, itu adalah roti yang kemarin yang ku simpan untuk kita makan pada hari ini.''
mendengar perkataan sang suami tersebut, tiba-tiba sang gadis hendak meninggalkan rumah yang akan ditempatinya tersebut.

sang guru sufi tadi hanya bengong melihat istrinya akan meninggalkan rumah, kemudian ia pun berucap '' sudah kuduga, jika akhirnya putri Syah bin Syuja tak akan sanggup hidup dengan ku yang miskin ini.'' ujarnya lirih.
kemudian putri Syah bin Syuja pun menoleh sambil berkata '' jangan lah engkau pikir bahwa aku meninggalkanmu sebab keadaan mu yang miskin, akan tetapi aku justru meninggalkan mu sebab iman mu yang sangat sedikit itu sehingga engkau menyimpan roti kemarin dan engkau sudah tiddak percaya jika Allah akan memberikan kepadamu rizki setiap harinya.'' jawab sang putri dengan wajah yang serius.
mendengar perkatan seperti itu maka gemetarlah hati sang guru sufi tadi. ia sama sekali tak menyangka jika ada seorang perempuan yang memiliki tingkat ketawakkalan yang jauh melampaui
dirinya.

setelah berkata demikian. maka sang putri pun diam sejenak. setelah beberapa detik kemudian sang putri pun berkata kepada dirinya sendiri '' aku heran dengan ayahku, selama 20 tahun aku dipingit dan selama itu pula aku dijanjikan untuk dinikahi dengan orang yanag sangat ta'at kepada Allah, akan tetapi kenyataannya sekarang malah sebaliknya, ia malah menikahkan ku dengan seorang yang tidak percaya kepada Allah dalam hal makanan sehari-hari.

setelah berkata-kata demikian kemudian sang putri tadi melanjutkan lagi langkahnya menuju luar runah.
melihat istrinya yang akan keluar rumah maka guru sufi pun memanggilnya lagi. kemudian ia pun bertanya kepada sang gadis.

'' wahai istriku, begitu beratkah kesalahan ku sehingga engkau akan meninggalkan ku, tak dapatkah kessalahan ini kuperbaiki ?.'' ucap guru sufi meminta toleransi.

mendengar perkataan suaminya yang begitu pasrah maka sang putri pun menjawab '' sangat mungkin wahai suamiku jikalau engkau maau menentukan dua pilihan, yaitu antara aku dan roti itu .''

demikianlah kisah sang putri Syah bin Syuja yang sangat mengutamakan kepasrahan dan ketawakkalan terhap tuhannya.
semoga kita dapat menambil hikmah yang terkandung didaamnya.
terima ksaih telah berkunjung ke kisahsufidanmutiarahikmah.com
barakallahu fikum..!!!

baca juga kisah sufi lainnya :
kisah Al-halajj, sufi yang banyak menuai kontroversi

.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Putri Syah bin Syuja yang bikin seorang guru sufi tertunduk malu, mengakui kesalahannya."

Post a Comment