sejarah awal kehancuran agama kristen di tangan St.Paul

.
.
-- -->
Sejarah hancurnya ajaran agama kristen  - abad ke-empat sampai ke-enam adalah bisa disebut masa dimana tak ada lagi cahaya, semuanya sudah hitam kelam tak ada lagi yang namanya seberkas cahaya. semuanya (dunia) saat itu sudah tenggelam dalam kebejatan moral. agama-agama yang pada masa itu hanyalah dijadikan barang mainan oleh para kaum-kaum agamawan rendahan serta para penguasa yang memiliki taring yang sangat menakutkan pada masa itu.
mereka memutarbalikkan ajaran agama sesuai keinginan dan kebutuhan mereka, dan lebih parah lagi mereka bahkan menjadikan agama-agama yang ada pada saat itu menjadi lumbung padi mereka serta alat kekuasaan yang menakutkan. dan jika seandainya para pendiri agama yang dulunya telah meninggal dan sekarang dihidupkan kembali, niscaya mereka sudah sama sekali tak mengenal agama yang padahal dulunya ia bawa tersebut.
pada abad ke-empat sampai ke-enam sebelum tampilnya nabi Muhammad s.a.w atau bisa juga disebut sebagai babak baru dalam sejarah dunia yaitu setelah kemunculan beliau dengan memperkenalkan agama islam kepada dunia, keadaan dunia pada sebelum kemunculan beliau itu memang sangat mengkawatirkan, dunia memang sudah tak berdaya lagi, terus saja menjadi bulan-bulanan nafsu birahi angkara murka. kebrutalan, kebejatan, kemaksiatan sudah menjadi identitas baginya. tak ada lagi yang namanya ketenangan, yang ada hanya hura-hura dan kegelisahan. tak ada lagi misi yang bisa dipersembahkan untuk mencapainya, kecuali bagi yang sadar mereka akan memisahkan diri ketempat-tempat sunyi. dunia memang bena-benar sudah keropos dalam masalah akhlak, tak ada lagi pedoman hidup, dan agama pun demikian (tak lagi memberikan pedoman).

agama kristen yang pada saat itu merupakan agama terbesar sama sekali tidak memiliki aturan-aturan yang jelas dalam hal kepemerintahan, sehingga tidak banyak dapat memberikan suatu kerangka yang baku di dalam membangun sebuah peradaban. agama kristen pada saat itu hanya berupa garis-garis besar ajaran kristus dan tidak cukup untuk menyirami dunia dari panasnya api angkara yang sedang menggrogoti dunia pada masa itu. api ketauhidan yang dibawa oleh agama kristen pun mulai sayup-sayup, tak lagi mampu menerangi. dan dibawah pengaruh buruk bapak St.Paul, akhirnya api ketauhidan itupun memang benar-benar di tiupnya hingga padam. dibawah pengaruhnya api ketauhidan agama kristen yang pada saat itu hampir-hampir padam, memang benar-benar dipadamkannya.
St.Paul dengan segala eksistensi buruknya, menampilkan kembali tata cara lama para primitif dengan adonan berlabel terbaru, ia menampilkan kembali tata cara pemujaan terhadap berhala dan kemudian memasukkannya kedalam agama kristen. dan pada masa pemerintahan konstantin, pokok-pokok ajaran agama kristen diluluh-lantakkan sama sekali, sehingga tak ada lagi yang tersisa.
dan akhirnya pada masa abad ke-empat itu agama kristen sudah menjadi agama serba campuran yang aneh, agama kristen pada masa itu terdiri dari paham mitologi yunani, kemusyrikan romawi, Monastisisme serta neo-paltonisme mesir. sehingga ajaran-ajaran kristen yang bersahaja itu telah berganti total dan tak ada lagi yang tersisa. agama kristen pada masa itu hanya berisikan kesia-sian berupa ajaran-ajaran yang tak berguna serta upacara-upacara yang sangat membingungkan dan kosong, tidak bisa menerangi akal pikiran dan tidak pula menambah semangat yang mampu menggerakkan emosi. agama kristen pada masa itu malah menjadi pengahambat kemajuan peradaban manusia. ia telah terlanjur berada dalam pangkuan berhala-berhala.  agama kristen pada masa itu telah mencapai puncak kehancurannya sebagai salah satu agama besar nan bersahaja.
sehingga dengan terpaksa seorang penerjemah kitab suci Al-Quran ke bahasa inggris bernama Sale mengatakan tentang agama kristen pada masa itu seperti berikut :
'' kebutuhan akan penyembahan terhadap orang-orang suci serta patung-patung khususnya, pada waktu itu telah mencapai puncaknya yang sangat memalukan, sehingga keadaan seperti ini bahkan melebihi apa yang pernah dipraktekkan oleh kalangan bangsa di romawi. ''

demikianlah sejarah singkat kehancuran ajaran agama kristen di tangan St.Paul sekitar abad ke-empat sampai abad ke-enam yang terjadi dalam agama kristen, sehingga akhirnya islam datang bagi dunia merupakan adalah seperti sebuah oase yang sangat memberikan kesejukan, seperti yang telah kita jelaskan tadi pada masa sebelum tampilnya nabi Muhammad s.a.w, dunia dipenuhi dengan kegundahan. dan kemudian islam datang dengan menawarkan cahaya, sebagai konsep hidup yang kompleks, mulai dari aspek spritual dan matterial, aspek emosional dan intelektual, aspek personal dan sosial, aspek moral dan fisikal. serta merupakan titik pertemuan antara badan, jiwa dan pikiran sehingga pertemuan antara ketiga titik ini akan membentuk sebuah realita tunggal.

harapan saya, sudah seharusnya lah umat islam untuk kembali kedalam ajaran-ajaran islam itu sendiri. dewasa ini banyak diantara umat islam tenggelam didalam kekaguman buta segala sesuatu yang berbau barat sehingga membuat pandangan keislamannya menjadi kabur. bukanlah umat islam yang akan membuat islam itu akan menjadi besar, dan juga bukanlah masalah kuantitas jumlah penganut, akan tetapi Islam itu sendiri lah yang akan membuat umat islam menjadi besar. seperti yang dikatakan Robert Briffault '' sangatlah mungkin jika tidak karena bangsa arab, peradaban eropa yang modern sepeti sekarang ini tidaklah akan muncul sama sekali '' atau bisa juga diartikan seperti ini : sangatlah pasti, bahawa kalau tidak karena islam, eropa masih berada didalam gelimang kekosongan, dan tidak akan mungkin memperoleh ciri yang telah memungkinkan ia dapat melebihi semua fase evolusi sebelumnya.

terimakasih atas kunjungannya ke kisahsufidanmutiarahikmah.com semoga bermanfaat dan dapat menambah kecintaan kita terhadap Islam.
salam ukhuwah islamiyah, barakallahu fikum...!!!

baca juga artikel sejarah lainnya :
.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "sejarah awal kehancuran agama kristen di tangan St.Paul "

Post a Comment