An-nuri dipanggil khalifah karena mengatakan kepada seseorang tentang kumis Allah

.
.
-- -->
kisah sufi - kisah sufi seperti yang kita ketahui memanglah sangat banyak mengandung hakikat-hakikat kehidupan, sebab itu banyak diantara kita yang bingung sendiri sebab mendengar apa-apa yang dikatakan para tokoh sufi tersebut. tak jarang pula pada semasanya mereka di cekal oleh para pemimpin yang berkuasa pada zaman itu karena di anggap telah jatuh kepada kekafiran, diantara para sufi itu ada pula yang sampai mendapat hukuman mati karena perkataannya tidak dapat diterima oleh orang kebanyakan seperti Al-halajj atau syekh siti jenar. mereka berdua dijatuhi hukuman mati oleh karena pernyataannya yang membingungkan tersebut. dan ssekarang kami akan kisahkan juga kisah dari seorang tokoh sufi yang hampir juga di jatuhi hukuman mati karena perkataannya sendiri yang membingungkan banyak orang. ia adalah Abul Husain Ahmad bin Muhammad An-nuri, beliau dilahirkan di bagdad dari pasangan orang tua yang berasal dari khurasan. beliau adalah murid dari seorang tokoh sufi yang juga merupakan paman kandung dari Imam Junaid Al-bagdadi, yakni Sari As-shaqati. semasa perjalanannya hidupnya di dunia sufistik ia telah banyak menelurkan karya-karyanya yang berupa syair-syair mistik yang sangat indah. An-nuri meninggal dibagdad pada tahun 295 H/908 M.

awal kisah An-nuri ketika dipanggil khalifah adalah karena pada suatu hari saat An-nuri berada di sebuah masjid ia melihat seseorang yang sedang memutar-mutar kumisnya saat shalat, dan setelah orang itu selesai melaksanakan shalat maka An-nuri pun mendekati orang itu sambil berkata '' janganlah engkau menyentuh-nyentuh kumis Allah itu ketika engkau sedang shalat '' tegur An-nuri kepada orang itu. dan saat itu ada banyak orang yang berada disana, sehingga banyaklah orang itu yang bingung mendengar perkataan An-nuri tersebut, mereka sama sekali tidak sepakat dengan apa yang dikatakan An-nuri. bagi mereka topik seperti itu awalnya hanyalah masalah kumis, tak perlu membawa-bawa nama Allah segala. dan mereka semua memandang An-nuri adalah sebagai orang yang berpengetahuan yang tinggi, sehingga hal yang seperti tadi sama sekali tidak pantas baginya untuk berlaku demikian. maka mereka pun semuanya setuju jika perbuatan An-nuri itu segera dilaporkan kepada khalifah yang berada di bagdad, mendengar laporang orang-orang itu maka para ahli hukum pun semuanya telah sepakat menyatakan bahwa An-nuri telah tergelincir kedalam kekafiran. dan setelah mendengar perkataan para ahli-ahli hukum tersebut maka khalifah pun segera memerintahkan agar An-nuri segera di tangkap dan di adili atas segala perbuatannya itu.

'' wahai Abul Husain An-nuri, benarkah engkau telah mengatakan hal yang demikian itu ? '' tanya khalifah kepada An-nuri

'' benar, aku telah mengatakan hal seperti itu wahai pemimpin kaum muslimin '' ungkap An-nuri kepada khalifah

'' tolong, engkau jelaskan kepadaku wahai An-nuri, kenapa engkau bicara demikian itu '' kata khalifah lagi kepada An-nuri

'' sekarang akan kutanyakan kepadamu duhai pemimpin kaum muslimin, siapakah yang memiliki hamba itu ? '' kata An-nuri balik bertanya kepada khalifah

'' jika itu yang engkau tanyakan, jawabannya sudah pasti yaitu tuhan kita semua yakni Allah SWT '' jawab khalifah

'' jika demikian, jadi siapakah yang memiliki kumis si hamba itu ? '' tanya An-nuri lagi kepada khalifah

'' sudah barang tentu yang mempunyai kumis si hamba itu pastilah yang memiliki si hamba '' jawab khalifah lagi

dengan begitu mengertilah khalifah apa yang dikatakan An-nuri tentang masalah '' kumis Allah '' kemarin itu, khalifah pun menjadi lega dan An-nuri dibebaskan dari tuntutannya melecehkan agama islam tersebut. sedangkan khalifah pun mengambil kesimpulan dari apa yang sebentar tadi itu telah di perbincangkannya dengan An-nuri, yakni hanyalah Allah lah yang maha kekal sedangkan semua makhluk itu akan sirna dan hancur.

kemudian khalifah pun berucap dalam hatinya ''segala puji kupanjatkan kehadirat Allah, sebab dia telah mencegahku untuk membinasakan An-nuri ''

dan setelah itu An-nuri pun diperbolehkan untuk pulang, dalam perjalanannya ia terus merenung dan tiba-tiba saja ia melihat sebuah cahaya dari kejauhan dan kemudian ia pun berkata dalam hatinya '' tadi dari kejauhan terlihat olehku satu cahaya yang sangat terang, sekarang setelah aku benar-benar menatapnya akulah yang ternyata menjadi cahaya itu '' ungkapnya dalam hati

dan memang begitulah kehidupan sufistik, perkataan-perkataan mereka adalah merupakan sebuah refleksi terhadap diri mereka sendiri, sehingga kadang membuat kebingungan banyak orang yang ikut mendengarkannya.

perkataan Imam Junaid Al-bagdadi ketika beliau mengunjungi An-nuri

dikisahkan jika pada suatu hari seorang guru sufi terkemuka di Bagdad yaitu Imam Junaid Al-bagdadi pergi bersilaturahim ketempat An-nuri, maka sebagai tuan rumah yang baik An-nuri pun menyambutnya dengan sangat baik pula. dan setelah keduanya duduk bersama mereka pun saling menceritakan pengalaman spritual yang mereka dapat. An-nuri pun menceritakan keluh kesah nya kepada Junaid, sebab ia telah dilakukan secara tidak adil.

'' wahai sahabatku Abul Husain An-nuri, perjuangan mu akan semakin berat, dan engkau telah kehabisan tenagamu itu selama 30 tahun. jika Dia nyata bagimu, engkau pun akan tiada, sebab nyata-Nya adalah ketiadaan mu, semua permohonan mu di jawab-Nya dengan engkau sajalah yang ada, atau Dia saja '' kata Imam Junaid berfilsafat kepada An-nuri

dengan mendengar perkataan sahabatnya itu, maka terhiburlah hati An-nuri, lalu keduanya pun pergi keluar dan disana telah ada murid-murid An-nuri yang ingin menyambut kedatangan Imam Junaid. kepada para murid-murid itu kemudian Junaid berseru '' sekarang saksikanlah oleh kalian seorang manusia yang bingung karena Allah dan oleh sebab itu ia tengah menghadapi cobaan terberat dari perjuangan nya itu '' seru Junaid

setelah berkata demikian kemudia Imam Junaid memalingkan mukanya kepada An-nuri '' wahai sahabatku, janganlah engkau merasa gundah karena memang begitulah seharusnya, Dia tertutup dirimu, jika Dia terlihat, maka engkaupun menjadi tiada dan segala yang ada hanyalah Dia '' kata Imam Junaid kepada An-nuri.

sedangkan para santri yang mendengarkan apa yang dibicarakan Imam Junaid dan An-nuri itu hanya terdiam dalam kebingungan mereka sebab mereka belum sedikitpun memahami apa yang Junaid katakan itu.

demikianlah kisah ini kami tuliskan, semoga bermanfaat. barakallahu fikum..!!

terimakasih telah mengunjungi kisahsufidanmutiarahikmah.com

baca juga kisah sufi lainnya :
kisah Abu Utsman cemburu kepada pemabuk berandal yang mendapat hidayah dalam semalam
.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "An-nuri dipanggil khalifah karena mengatakan kepada seseorang tentang kumis Allah"

Post a Comment