kisah Abu Utsman dan pemabuk berandal yang mendapat hidayah dalam semalam

.
.
-- -->
kisah sufi - Abu Utsman Said bin Ismail Al-hiri An-nisaburi adalah seorang tokoh sufi yang berasal dari daerah Rayy, ia adalah seorang sufi yang sangat pemurah serta sangat penyayang dengan semua makhluk Allah seperti yang telah kami kisahkan sebelumnya bahwa Abu Utsman pernah merawat seekor keledai yang terluka parah di tengah perjalanannya. tak segan-segan ia mengorbankan jubah yang dipakainya demi membalut luka pada tubuh keledai tersebut. semasa hidupnya, Abu Utsman juga banyak berguru kepada tokoh-tokoh sufi terkemuka lainnya. diantara para tokoh sufi itu ialah Yahya bin Muadz, Syah bin Syuja Al-kirmani, Abu Hafshin Al-haddad dan juga Imam Junaid Al-bagdadi. dan pada tahun 298 H/911 M Abu Utsman wafat di Nishapur.

Sebagai seorang sufi, tentu saja sudah biasa bagi Abu Utsman untuk melakukan sebuah pengembaraan dengan berjalan kaki sambil melakukan perenungan, akan tetapi kali ini di dalam perjalanannya ia malah bertemu dengan seorang pemuda yang dalam keadaan mabuk dan berjalan sempoyongan dengan membawa sebuah kecapi di tangannya. Abu Utsman terus saja memandangi pemuda itu, karenan takut tentu saja pemuda tadi langsung menyembunyikan kecapinya serta berpura-pura tidak dalam keadaan mabuk. padahal dalam hati Abu Utsman tahu akan hal yang tengah dihadapi pemuda itu, yaitu pemuda itu sebenarnya takut dilaporkan kepada pihak yang berwajib sebab dirinya tengah dalam keadaan mabuk. dan setelah berpikir sejenak, maka Abu Utsman pun mendekati si pemuda.

'' wahai anak muda, tenangkan dirimu dan janganlah merasa kuatir dengan diriku. sebab orang-orang yang bersaudara adalah satu '' jelas Abu Utsman kepada pemuda tadi sambil memegang lengan si pemuda

mendengar apa yang dikatakan Abu Utsman tadi maka tenanglah hati si pemuda, ia pun menyerah kepada guru sufi tersebut dan kemudian Abu utsman pun membawa pemuda itu pulang bersamanya. dan sesampainya di rumah Abu Utsman, maka pemuda tadi pun disuruhnya mandi dan kemudian ikut melakukan shalat bersama-sama dengan Abu Utsman. dan setelah selesai shalat maka si pemuda itu pun di ajak untuk berdo'a oleh Abu Utsman.

'' ya Allah ya tuhanku yang pemurah, sekarang telah aku lakukan apa telah menjadi kewajibanku dan untuk selanjutnya kuserahkan sepenuhnya kepada-Mu ''

dan setelah selesai membaca do'a tadi, ternyata si pemuda benar-benar sangat menyesali semua perbuatannya atau dengan kata lain ia telah bertaubat sepenuhnya. maka sejak saat itu ia pun berada dalam bimbingan Abu Utsman (menjadi murid Abu Utsman).

sebenarnya pengalaman seperti yang telah dikisahkan di atas dulunya juga pernah terjadi pada diri Umar bin Khatab pada saat itu nabi Muhammad s.a.w tengah menyampaikan tentang kesempurnaan iman seorang manusia, saat itu beliau mengatakan bahwa kesempurnaan iman itu  hanya dapat dicapai bila seseorang telah mencintai Allah dan Rasulnya melebihi segala-galanya, termasuk diri sendiri serta keluarga. Umar yang saat itu masih bimbang dengan polos mengatakan bahwa ia masih lebih mencintai dirinya sendiri dibanding cintanya terhadap Allah dan Nabi saw. maka saat itu juga nabi pun memegang tangan Umar sambil bicara sperlunya. dan tanpa disangka, dalam waktu yang sangat singkat itu telah terjadi sebuah perubahan yang sangat luar biasa di dalam diri Umar dan akhirnya ia (Umar bin Khathab) telah mampu untuk menerima sabda Nabi tersebut. dan apa yang terjadi pada diri Umar tersebut jika di bahasakan dengan sederhana ialah seperti sebuah pelita yang saat kita berada di dekatnya akan memberikan sebuah pandangan yang terang terhadap penglihatan kita.

nah, seperti itu jugalah kurang lebihnya dengan apa yang terjadi dengan si pemuda berandal yang ditemukan oleh Abu Utsman tadi. dan tentang hal itu Abu Utsman pernah berkata kepada Syekh Abu Utsman Al-maghribi.

'' wahai Syekh Abu Utsman Al-maghribi, kadang hatiku merasa terbakar api cemburu sebab apa yang selama ini kudambakan telah dilimpahkan ke pemuda itu yang padahal di mulutnya masih tercium bau anggur. dan sekarang aku baru paham, jika sesungguhnya manusia itu hanya lah berusaha dan Allah jua lah yang akan menentukan ''  ungkap Abu Utsman kepada Syekh tersebut

jadi inti dari yang di sampaikan Abu Utsman tadi ialah bahwa sekuat apapun manusia berusaha untuk memperoleh hidayah, akan tetapi Allah tidak menghendakinya, maka ia pun tidak akan mendapatkannya, dan bukan berarti juga jika semuanya sia-sia. seperti yang telah ratusan kali kita dengar bahwa kita manusia ini hanya perlu terus berusaha dikarenakan kita tak pernah tahu apa yang telah ditakdirkan terhadap kita kedepannya. dan memang apa yang telah di dapat pemuda itu sempat membuat hati Abu Utsman merasa cemburu, itu adalah suatu hal yang wajar-wajar saja. sebab hanya dengan satu malam ia lantas mendapat sebuah hidayah dari Allah, sedangkan ia membutuhkan waktu yang bertahun-tahun. dan jika Abu Utsman berkata demikian itu bukanlah di karenakan iri hati atau semisalnya, akan tetapi lebih kepada ke takjuban ia akan Allah yang maha membolak-balikkan hati.

sesungguhnya setiap keadaan apapun, Allah telah memberikan hidayah melalui salurannya masing-masing. dan jika keadaan tersebut merupakan sebuah ke-burukan, maka ia hanya akan membutuhkan satu saluran untuk menuju kepada-Nya. sedangkan jika dalam keadaan yang taat, maka akan dibutuhkan seribu jalan untuk bisa menggapai-Nya. dan tolong jangan salah artikan, meskipun begitu bukan berarti untuk menuju-Nya kita sebaiknya harus bermaksiat dahulu. siapa tahu saja jika-jika sebelum bisa bertaubat maut pun keburu menjemput seperti halnya yang di kisahkan pada kisah Su'ul khatimah. jadi lebih tepatnya mumpung ada waktu, mumpung lagi bebas-bebasnya bernafas sebaiknya kita cepat-cepat kembali kepada jalan-Nya.

demikianlah kisah Abu Utsman dan pemabuk yang mendapat hidayah dari Allah dalam semalam, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.

terimakasih atas kunjungannya ke kisahsufidanmutiarahikmah.com

baca juga kisah sufi lainnya :
kisah Abu Utsman mendapat pencerahan setelah merawat seekor keledai yang sekarat
.
.
-->

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "kisah Abu Utsman dan pemabuk berandal yang mendapat hidayah dalam semalam "

Post a Comment